EDISI LENGKAP TATA SURYA
BETAPA KECIL NYA KITA!
Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan Matahari sekaligus yang terkecil di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki satelit alami dan hampir tidak memiliki atmosfer untuk mempertahankan panas. Namanya diambil dari dewa pembawa pesan Romawi karena kecepatannya mengorbit Matahari hanya dalam 88 hari Bumi.
Permukaan Merkurius sangat mirip dengan Bulan, dipenuhi oleh kawah-kawah besar akibat hantaman asteroid. Karena ketiadaan atmosfer (hanya eksosfer tipis), suhu di sini berfluktuasi secara ekstrem: sisi yang menghadap Matahari mencapai 430°C, sementara sisi malam turun drastis hingga -180°C.
| Jarak ke Matahari | 57.910.000 KM |
| Periode Rotasi | 59 Hari Bumi |
| Gravitasi | 0.38 x Bumi |
| Komposisi Utama | Besi (Inti raksasa), Silikat |
Venus sering dijuluki sebagai "Bintang Kejora" atau "Kembaran Bumi" karena ukuran dan massanya yang mirip. Namun, di balik awan indahnya, Venus adalah tempat paling neraka di Tata Surya. Ia berotasi sangat lambat pada porosnya, bahkan satu hari di Venus lebih lama daripada satu tahunnya.
Venus memiliki atmosfer super tebal yang didominasi oleh Karbon Dioksida (96%). Hal ini menciptakan efek rumah kaca yang tidak terkendali, memerangkap panas Matahari secara permanen. Tekanan udara di permukaannya 90 kali lebih kuat daripada di Bumi, setara dengan tekanan di kedalaman 1 km di bawah samudera.
| Suhu Rata-rata | 462°C (Cukup melelehkan timah) |
| Atmosfer | Karbon Dioksida, Awan Asam Sulfat |
| Arah Rotasi | Retrogad (Timur ke Barat) |
| Jarak ke Matahari | 108.200.000 KM |
Bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang diketahui menampung kehidupan. Terletak di "Zona Goldilocks" (Zona Layak Huni), Bumi memiliki suhu yang tepat sehingga air dapat bertahan dalam bentuk cair—sebuah komponen vital bagi biologi organik.
Atmosfer Bumi yang kaya akan Nitrogen dan Oksigen, dikombinasikan dengan medan magnet yang kuat, melindungi permukaannya dari radiasi Matahari yang berbahaya. Bumi adalah satu-satunya planet terestrial yang memiliki aktivitas tektonik lempeng yang aktif, yang membantu mengatur siklus karbon dan suhu global.
| Kemiringan Sumbu | 23.5 Derajat (Pemicu musim) |
| Luas Permukaan Air | 70.8% |
| Kecepatan Orbit | 107.000 KM/Jam |
| Satelit Alami | 1 (Bulan / Luna) |
Mars, sang Planet Merah, telah menjadi pusat obsesi manusia untuk kolonisasi antarplanet. Warnanya berasal dari oksidasi besi atau karat di permukaannya. Mars memiliki hari yang hampir sama dengan Bumi (24,6 jam) dan memiliki kutub es yang terdiri dari air dan karbon dioksida beku.
Mars adalah rumah bagi Olympus Mons, gunung berapi perisai tertinggi di Tata Surya yang tingginya tiga kali lipat Everest. Ia juga memiliki Valles Marineris, sistem lembah raksasa yang panjangnya setara dengan lebar Amerika Serikat. Meskipun sekarang gersang, bukti geologis menunjukkan Mars pernah memiliki sungai dan danau miliaran tahun lalu.
| Tekanan Atmosfer | < 1% dari Bumi |
| Suhu Rata-rata | -60°C |
| Satelit | Phobos & Deimos |
| Jarak ke Matahari | 227.900.000 KM |
Jupiter adalah penguasa mutlak para planet. Massanya 318 kali lebih besar dari Bumi, bahkan lebih besar dari gabungan semua planet lain di Tata Surya. Sebagai raksasa gas, Jupiter tidak memiliki permukaan padat; semakin dalam kamu masuk, gas akan berubah menjadi cairan metalik akibat tekanan ekstrem.
Fitur paling menonjol adalah Bintik Merah Raksasa, sebuah badai antisiklon yang telah berkecamuk setidaknya selama 400 tahun. Jupiter juga bertindak sebagai "Pembersih Vakum Tata Surya", di mana gravitasinya yang kuat menarik asteroid dan komet yang berpotensi menabrak planet-planet dalam.
| Jumlah Satelit | 95 (Termasuk Europa & Ganymede) |
| Kecepatan Rotasi | 9.9 Jam (Tercepat di Tata Surya) |
| Medan Magnet | 20.000x lebih kuat dari Bumi |
| Komposisi | 90% Hidrogen, 10% Helium |
Saturnus adalah planet terjauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Ia adalah raksasa gas terbesar kedua yang dikenal karena sistem cincinnya yang spektakuler. Meskipun diameternya sembilan kali lebih besar dari Bumi, Saturnus adalah planet yang paling tidak padat; kepadatannya lebih rendah dari air.
Cincin Saturnus membentang hingga 282.000 km dari planet, namun ketebalannya hanya sekitar 10 meter. Cincin ini terdiri dari triliunan partikel es air dan debu batuan. Saturnus juga memiliki bulan bernama Titan, satu-satunya satelit di Tata Surya dengan atmosfer tebal dan danau cair (metana).
| Jumlah Satelit | 146 (Terbanyak saat ini) |
| Jarak ke Matahari | 1.4 Miliar KM |
| Lama Satu Tahun | 29.4 Tahun Bumi |
| Kecepatan Angin | Hingga 1.800 KM/Jam |
Uranus adalah planet pertama yang ditemukan dengan bantuan teleskop (oleh William Herschel pada 1781). Berbeda dengan Jupiter dan Saturnus, Uranus adalah "Raksasa Es" yang mengandung lebih banyak material berat seperti air, amonia, dan metana beku.
Uranus memiliki keunikan yang sangat aneh: sumbu rotasinya miring 98 derajat. Artinya, Uranus berotasi menyamping. Ilmuwan menduga hal ini terjadi karena tabrakan masif dengan objek seukuran Bumi di masa lalu. Hal ini menyebabkan perubahan musim yang sangat ekstrem di kutubnya.
| Suhu Terdingin | -224°C |
| Cincin | 13 Cincin Tipis Gelap |
| Jarak ke Matahari | 2.87 Miliar KM |
| Warna | Biru Cyan (Akibat Metana) |
Neptunus adalah planet terjauh dari Matahari dan yang pertama ditemukan melalui perhitungan matematika sebelum terlihat oleh teleskop. Sebagai raksasa es biru tua, Neptunus adalah dunia yang sangat dinamis dengan cuaca yang paling liar di Tata Surya.
Neptunus memiliki angin tercepat yang pernah tercatat, mencapai 2.100 km/jam—lebih cepat dari kecepatan suara di Bumi. Ia memiliki "Bintik Gelap Besar" yang mirip dengan badai Jupiter. Karena jaraknya yang sangat jauh, Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun hanya untuk menyelesaikan satu kali revolusi terhadap Matahari.
| Jarak ke Matahari | 4.5 Miliar KM |
| Satelit Terbesar | Triton (Mengorbit terbalik) |
| Inti Planet | Batuan padat seukuran Bumi |
| Gravitasi | 1.14 x Bumi (Hampir mirip) |
Planet kerdil adalah benda langit yang mengorbit Matahari, berbentuk hampir bulat, namun belum "membersihkan" orbitnya dari benda-benda lain.
Dulu planet ke-9, Pluto kini diklasifikasikan sebagai planet kerdil di Sabuk Kuiper. Ia memiliki 5 bulan, dengan Charon sebagai yang terbesar.
Eris ditemukan lebih masif dari Pluto. Ceres terletak di Sabuk Asteroid, sementara Haumea memiliki bentuk lonjong yang unik akibat rotasi super cepat.
Komet adalah objek dari es dan debu. Saat mendekati Matahari, panas menciptakan ekor gas indah yang selalu menjauhi Matahari.
Asteroid adalah sisa batuan pembentukan planet. Meteoroid yang terbakar di atmosfer disebut Meteor, dan yang menabrak tanah disebut Meteorit.